BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Beragannya teori pembelajaran yang
ada, tidak sedikit banyak peneliti menemukan berbagai teori belajar semata-
mata untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia khususnya,
adapunteori yyang akan kita bahas dalam makalah ini, mengenai teori kecerdasan
ganda dan penerapannya dalam pembelajaran yang mengangkat teori tersebut dalam
pembahasan ini seiring dengan banyaknya data bermunculan rendahnya daya,
lulusan dalam pendidikan.
B. Rumusan Masalah
1.
Apa pengertian belajar menurut teori kecerdasan ganda?
2.
Apa pentingnya mengeembangkan keteraampilan hidup?
3.
Apa saja teori kecerdasan ganda?
4.
Apa kriteria keabsahan munculnya teori kecerdasan ganda?
5.
Apa strategi dasar pembelajaran kecerdasan ganda?
6.
Apa penerspssn teori kecerdasan ganda dalam pembelajaran?
C. Tujuan Masalah
1.
Untuk mengetaahui pengertian
belajar menurut teori kecerdasan ganda.
2.
Untuk mengetahui pentingnya mengeembangkan keteraampilan hidup.
3.
Untuk mengetahui teori kecerdasan
ganda.
4.
Untuk mengetahui kriteria keabsahan
munculnya teori kecerdasan ganda.
5.
Untuk mengetahui strategi dasar pembelajaran kecerdasan ganda.
6.
Untuk mengetahui penerpssn teori kecerdasan ganda dalam pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian
Kecerdasan Ganda
Kecerdasan ganda merupakan potensi
yang dimiliki seseorang yang dapat diaktifkan melalui proses belajar, interaksi
dengan keluarga, guru, teman dan nilai-nilai budaya yang berkembang. Kecerdasan
mengandung dua aspek pokok yaitu; kemampuan belajar dari pengalaman dan
beradaptasi terhadap lingkungan.
Howard
Gardner, seorang profesor psikologi dari Hardvard University akan dijadikan
acuan untuk lebih memahami tentang upaya yang dilakukan oleh guru dan pendidik
dalam membantu memfasilitasi pengembangan potensi individu peserta didik.
Secara berturut-turut dalam tulisan ini akan dipaparkan pada hal-hal seperti,
pentingnya mengembangkan keterampilan hidup, kajian tentang teori kecerdasan
ganda, kriteria keabsahan munculnya teori kecerdasan, strategi dasar
pembelajaran kecerdasan ganda, serta pembelajaran untuk mengembangkan
kecerdasan ganda.
B.
Pentingnya Mengembangkan Ketrampilan
Masyarakat Indonesia sebagian
besar masih berada dalam masyarakat pertanian, walaupun sudah ada tanda-tanda
hadirnya ekonomi industri. Namun untuk menuju ekonomi informasi nampaknya
Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain. Proses pendidikan dan
pembelajaran pada masyarakat pertanian masih terpusat pada guru. Sedankan pada
masyarakat industri pembelajaran bergeser berpusat pada siswa atau peserta
didik dan hasil belajarnyapun banyak ditentukan oleh komunikasi
interaksi. Kita membutuhkan perancang-perancang pembelajaran (Instructional
designers) yang profesional dan benar-benar terampil dalam merancang
pola-pola pembelajaran individual atau pembelajaran “terpribadi” (individualized
instructions). Kondisi ini memicu terjadinya masalah-masalah sosial yang
disebabkan karena lemahnya social capital, sehingga generasi muda kurang
memperoleh bekal ketrampilan untuk hidup.
C.
Teori Kecerdasan Ganda
Howard Gardner memperkenalkan
sekaligus mempromosikan hasil penelitian Project Zero di Amerika yang berkaitan
dengan kecerdasan ganda (multiple intelligences). Teorinya menghilangkan
anggapan yang ada selama ini tentang kecerdasan manusia. Berdasarkan teori
Gardner, David G. Lazear memberikan petunjuk untuk mengubah dan meningkatkan
kecerdasan-kecerdasan tersebut lengkap dengan instrumentasinya dalam
pembelajaran . Ia mengembangkan proses pembelajaran dikelas yang memanfaatkan
dan mengembangkan kecerdasan ganda anak, dengan harapan dapat digunakan anak
diluar kelas dalam mengenali dan memahami realitas kehidupan. Pokok-pokok
pikiran yang dikemukakan Gardner adalah; 1. Manusia mempunyai kemampuan
meningkatkan dan memperkuat kecerdasannya, 2. Kecerdasan selain dapat berubah
dapat pula diajarkan kepada orang lain, 3. Kecerdasan merupakan realitas
majemuk yang muncul di bagian-bagian yang berbeda pada sistem otak atau pikiran
manusia, 4. Pada tingkat tertentu, kecerdasan ini merupakan satu kesatuan yang
utuh. Kecerdasan adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah atau
menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan di dalam latar budaya tertentu.
Gardner (1983) berhasil
mengidentifikasi tujuh macam kecerdasan, yang kemudian dikenal sebagai
kecerdasan ganda (Multiple Intelligence) atau biasa disingkat
dengan MI. Ketujuh jenis kecerdasan tersebut adalah musical/rhythmic
intelligence bodily/ kinesthetic intelligence, logica l/mathematical
intelligence, visual/spatial intelligence, verbal/linguistic
intelligence, interpersonal intelligence, dan intrapersonal
intelligence (dalam perkembangannya ditambah satu jenis kecerdasan
sehingga menjadi delapan, yakni naturalistic intelligence).
1. Kecerdasan musical
Gardner menyebut kecerdasan musical
ini dengan istilah musical/ rhythmic intelligence. Kecerdasan
musical (KM) adalah kemampuan untuk menghasilkan dan mengapresiasi musik. Kecerdasan
musik merupakan kecerdasan yang paling awal berkembang dalam diri manusia
(Grow, 2005).
2. Kecerdasan Kinesthetic
Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan pengendalian gerakan badan. Pengenalian
gerakan badan ini terletak di korteks motoris dengan setiap belahan otak
mendominasi atau mengendalikan gerakan badan di sisi yang berlawanan (Gardner,
1983).
3. Kecerdasan logical/mathematical
Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan
angka-angka dan bilangan, berpikir logis dan ilmiah, adanya konsistensi dalam
pemikiran.. Seseorang yang cerdas secara logika-matematika seringkali tertarik
dengan pola dan bilangan/angka-angka. Mereka belajar dengan cepat operasi
bilangan dan cepat memahami konsep waktu, menjelaskan konsep secara logis, atau
menyimpulkan informasi secara matematik. Kecerdasan ini amat penting karena
akan membantu mengembangkan keterampilan berpikir dan logika seseorang.
4. Kecerdasan visual/spatial
Kecerdasan ini ditunjukkan oleh
kemampuan seseorang untuk melihat secara rinci gambaran visual yang terdapat di
sekitarnya. Seorang seniman dapat memiliki kemampuan persepsi yang besar. Bila
mereka melihat sebuah lukisan, mereka dapat melihat adanya perbedaan yang
tampak di antara goresan-goresan kuas, meskipu orang lain tidak mampu
melihatnya.
5. Kecerdasan verbal/linguistik
Orang-orang yang memiliki kecerdasan
ini memiliki kemampuan untuk menyusun pikirannya dengan jelas
6. Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan ini berkait dengan
kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain. Pada saat
berinteraksi dengan orang lain, seseorang harus dapat memperkirakan perasaan,
temperamen, suasana hati, maksud dan keinginan teman interaksinya, kemudian
memberikan respon yang layak. Orang dengan kecerdasan Interpersonal memiliki
kemampuan sedemikian sehingga terlihat amat mudah bergaul, banyak teman dan
disenangi oleh orang lain. 7. Kecerdasan intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal
diperlihatkan dalam bentuk kemampuan dalam membangun persepsi yang akurat
tentang diri sendiri dan menggunakan kemampuan tersebut dalam membuat rencana
dan mengarahkan orang lain
8. Kecerdasan naturalistik
Keahlian mengenali dan
mengkategorikan spesies-flora dan fauna di lingkungannya. Para pecinta alam
adalah contoh orang tergolong sebagai orang – orang yang memiliki kecerdasan
ini.
D.
Kriteria Keabsahan Munculnya Teori Kecerdasan
1) Memiliki
dasar biologis : Kecendrungan untuk mengetahui dan memecahkan masalah
merupakan sifat dasar biologis/fisiologis
manusia. 2) Bersifat universal bagi spesies
manusia : Kecerdasan berakar pada keberadaan spesies manusia itu
sendiri. 3) Nilai budaya suatu ketrampilan
:Cara untuk memahami sesuatu didukung oleh budaya manusia dan merupakan hal
yang harus diteruskan kepada generasi
penerus. 4) Memiliki basis neurologi
: Setiap kecerdasan memiliki bagian tertentu pada otak sebagai pusat
kerjanya, dan yang dapat diaktifkan atau dipicu oleh informasi eksternal maupun
internal. 5) Dapat dinyatakan dalam bentuk
simbol : Setiap kecerdasan dapat dinyatakan dalam bentuk simbol atau
tanda-tanda tertentu. Adanya simbol-simbol tersebut merupakan unci bahwa
kecerdasan dapat dialihkan atau diajarkan.
E. Strategi Dasar Pembelajaran Kecerdasan Ganda
E. Strategi Dasar Pembelajaran Kecerdasan Ganda
Ada beberapa strategi dasar dalam kegiaan
pembelajaran untuk mengembangkan kecerdasan ganda, yaitu : 1) Awakening
intelligence (activating the senses an turning on the brain). 2)
Amplifying intelligence (exercise & strengthening awakened
capacities). 3) Teching for/with
intelligence (structuring lessons for multiple intelligences). 4)
Transferring
intelligences (multiple ways of knowing beyond the classroom).
strategi dasar pembelajarannya
dimulai (1) membangunkan/memicu kecerdasan, (2) memperkuat kecerdasan (3)
mengajarkan dengan/untuk kecerdasan dan (4) mentransfer kecerdasan.
sedangkan kegiatan-kegiatannya dapat dilakukan dengan cara meyediakan hari-hari
karir, studi tour, biografi, pembelajaran terprogram, eksperimen, majalah
dinding, papan display, buku-buku untuk mengembangkan kecerdasan ganda, membuat
tabel perkembangan kecerdasan ganda, atau human intellingence hunt. Upaya
memberdayakan siswa sendiri berupa self monitoring dan konseling
atau tutor sebaya akan sangat efektif untuk mengembangkan kecerdasan
ganda. Upaya-upaya di atas jika dilakukan akan menjadikan siswa mampu membuat
penilaian dan keputusan sendiri secara tepat, mandiri tidak bergantung pada
orang lain, bertanggungjawab, percaya diri, kreatif, mampu berkolaborasi, dan
dapat membedakan mana yang baik dan tidak baik. Kemampuan-kemampuan ini sangat
dibutuhkan oleh manusia-manusia yang hidup di era ekonomi informasi abad
global. Dari sudut pandang teori humanistik, dasar-dasar teori kecerdasan
ganda memang sangat humanis. Psikologi humanistik selalu memberi tekanan pada positive
regards, acceptance, awareness, self-worth yang kesemuanya itu bermuara
pada aktualisasi diri yang optimal. Psikologi humanitis menekankan pada personal
growth, sesuai dengan arah dari teori kecerdasan ganda. Persoalannya adalah
bagaimana menciptakan kondisi kelas bagi tumbuh kembangnya kecerdasan ganda
pada diri para siswa, mengingat banyak orang mempersepsi bahwa kelas yang baik
adalah kelas yang diam, teratur, tertib, dan taat pada guru. Kelas yang ramai
selalu diterima sebagai kelas yang negatif, tidak teraturan, walaupun mungkin
ramainya kelas tersebut disebabkan karena siswa berdebat, berdiskusi,
bereksplorasi, atau kegiatan-kegiatan positif lainnya. Guru-guru yang ada pun
seringkali lebih suka pada kelas yang tertib, teratur, siswa-siswanya patuh dan
tidak kritis. Pendidikan dan pembelajaran yang berdasarkan pada kecerdasan
ganda mebuka kesempatan pada para siswanya untuk kritis dan tidak mungkin patuh
karena siswa menemukan kebenaran-kebenaran lain dari kebenaran lain dari
kebenaran yang dipegang oleh gurunya. Amstrong dalam bukunya "Multiple
intilegences in the class room" memberikan alternatif-alternatif atau
cara untuk mementau perkembangan kecerdasan siswa dikelas dikelas. Misalnya,
apa yang dikerjakan siswa ketika mereka mempunyai waktu luang ?, pembuatan
catatan-catatan kecil yang praktis, cheklist tentang kecerdasan ganda,
dokumen-dokumen, peringkat nilai, dan sebagainya. masalahnya, sejauh mana para
guru siap melakukannya ? bagaimana komitmen guru dan pengelola pendidikan
lainnya dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia Indonesia melalui para
siswa disekolah semua jawaban terpulang pada mereka yang terlibat dalam proses
pendidikan dan pembelajaran
F. Mengembangkan Kecerdasan Ganda dalam
Kegiatan Pembelajaran
Kecerdasan ganda sebenarnya merupakan
teori yang bersifat filosofi. Pendidikan/pembelajaran ditinjau dari sudut
pandang kecerdasan ganda lebih mengarah kepada hakekat dari pendidikan itu
sendiri, yaitu yang secara langsung berhubungan dengan eksistensi, kebenaran,
dan pengetahuan. Gardner menyadari bahwa banyak orang telah terbiasa
mengatakan atau mendengarkan ungkapan seperti “ia tidak begitu cerdas, tetapi
ia memiliki bakat musik yang sangat hebat”. Sebagaimana orang-orang mengatakan
bahwa sesuatu adalah bakat, oleh Gardner bakat-bakat atau kategori-kategori
tersebut dikatakan sebagai kecerdasan. Hal-hal penting yang perlu
diperhatikan dalam teori kecerdasan ganda, yaitu : 1. Setiap orang memiliki
semua kecerdasan-kecerdasan itu, 2. Banyak orang dapat mengembangkan
masing-masing kecerdasannya sampai ketingkat yang optimal, 3. Kecerdasan
biasanya bekerja bersama-sama dengan cara yang unik, dan 4. Ada banyak cara
untuk menjadi cerdas.
Kegiatan-kegiatan yang dapat
digunakan untuk mengembangkan kecerdasan ganda antara lain, dengan
meyediakan hari-hari karir, studi tour, biografi, pembelajaran terprogram,
eksperimen, majalah dinding, papan display, buku-buku untuk mengembangkan
kecerdasan ganda, membuat tabel perkembangan kecerdasan ganda, atau human
intellingence hunt. Pendidikan/pembelajaran kecerdasan ganda
berorientasi pada pengembangan potensi anak bukan berorientasi pada idealisme
guru atau orang tua apalagi ideologi politik. Ketrampilan-ketrampilan ini
sangat dibutuhkan oleh manusia-manusia yang hidup di era ekonomi informasi abad
global. Strategi dasar mengembangkan kecerdasan ganda meliputi
membangunkan/memicu kecerdasan, memperkuat kecerdasan, mengajarkan dengan/untuk
kecerdasan, dan mentransfer kecerdasan.
Karakteristik komponen-komponen pembelajaran, yaitu : 1.
Tujuan pembelajaran, 2. Strategi, dan 3. Evaluasi. Tujuan
pembelajaran adalah komponen yang sangat penting dalam sistem
pembelajaran. Sesuai dengan standar isi, kurikulum yang berlaku untuk setiap
satuan pendidikan adalah kurikulum berbasis kompetensi. Dalam kurikulum yang
demikian, tujuan yang diharapkan dapat dicapai adalah sejumlah kompetensi yang
tergambar baik dalam kompetensi dasar maupun dalam standar kompetensi.
Kompetensi yang dipahami sebagai kemampuan. Kemampuan menurut W. Gulo bisa
kemampuan yang tampak dan kemampuan yang tidak tampak. Penampilan itu tampak
dalam bentuk tingkahlaku yang dapat didemonstrasikan, sehingga dapat diamati,
dapat dilihat, dan dapat dirasakan. Sedangkan kemapuan yang tidak tampak
disebut juga kompetensi rasional, yang dikenal dalam taksonomi Bloom sebagai
kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kedua kompetensi itu sangat
terkait. Kemampuan penampilan akan berkembang manakala kemampuan rasional
meningkat. Strategi atau metode adalah komponen yang juga
mempunyai fungsi sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat
ditentukan oleh komponen ini. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain,
tanpa dapat diimplikasikan melalui strategi yang tepat, maka
kmponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses
pencapaian tujuan. Oleh karena itu, guru harus memahami secara baik peran dan
fungsi metode dan strategi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Evaluasi
merupakan tahapan penting dalam suatu kegiatan pembelajaran. Evaluasi
pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guna memberi
berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh mengenai proses dan
hasil belajar yang telah dicapai siswa. Guna adanya evaluasi dalam pembelajaran
yaitu memberi umpan balik kepada guru dan murid dengan tujuan memperbaiki cara
mengajar, mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi siswa, serta menempatkan
siswa pada situasi belajar-mengajar yang lebih tepat sesuai dengan tingkat
kemampuan yang dimilikinya. Memberikan informasi kepada siswa tingkat
keberhasilannya dalam pembelajaran. Menentukan nilai hasil belajar siswa yang
antara lain dibutuhkan untuk pemberian laporan kepada orang tua, penentuan
kenaikan kelas, dan penentuan kelulusan siswa. Rancangan pembelajaran
dengan topik “pidato”, kegiatan pembelajaran peserta didik diwajibkan membuat
sebuah wacana pidato dan membacakan didepan kelas dengan menggunakan dua
bahasa, dengan memperhatikan tekanan dan intonasi yang sesuai dengan isi
pidato, pendengar memberikan perbaikan dengan memberikan kritik dan saran.
Tujuan yang harus dicapai peserta didik diharapkan mampu untuk : 1. Memahami,
2. Membaca, dan 3. Menulis sebuah pidato. Sumber tenaga pengajar
menjelaskan pidato, dengan menggunakan sumber buku teks, alat bantu berupa
radio tape dan televisi (jika memang dibutuhkan), dan internet. Penilaian
dilakukan dengan cara melakukan praktek, dan tugas individu.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar