Jumat, 02 Juni 2017

Makalah Teori Kecerdasan Ganda



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
            Beragannya teori pembelajaran yang ada, tidak sedikit banyak peneliti menemukan berbagai teori belajar semata- mata untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Indonesia khususnya, adapunteori yyang akan kita bahas dalam makalah ini, mengenai teori kecerdasan ganda dan penerapannya dalam pembelajaran yang mengangkat teori tersebut dalam pembahasan ini seiring dengan banyaknya data bermunculan rendahnya daya, lulusan dalam pendidikan.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian belajar menurut teori kecerdasan ganda?
2.      Apa pentingnya mengeembangkan keteraampilan hidup?
3.      Apa saja teori kecerdasan ganda?
4.      Apa kriteria keabsahan munculnya teori kecerdasan ganda?
5.      Apa strategi dasar pembelajaran kecerdasan ganda?
6.      Apa penerspssn teori kecerdasan ganda dalam pembelajaran?
C.    Tujuan Masalah
1.      Untuk mengetaahui  pengertian belajar menurut teori kecerdasan ganda.
2.      Untuk mengetahui pentingnya mengeembangkan keteraampilan hidup.
3.      Untuk mengetahui  teori kecerdasan ganda.
4.      Untuk mengetahui  kriteria keabsahan munculnya teori kecerdasan ganda.
5.      Untuk mengetahui strategi dasar pembelajaran kecerdasan ganda.
6.      Untuk mengetahui penerpssn teori kecerdasan ganda dalam pembelajaran.
BAB II
PEMBAHASAN
A.  Pengertian Kecerdasan Ganda

     Kecerdasan ganda merupakan potensi yang dimiliki seseorang yang dapat diaktifkan melalui proses belajar, interaksi dengan keluarga, guru, teman dan nilai-nilai budaya yang berkembang. Kecerdasan mengandung dua aspek pokok yaitu; kemampuan belajar dari pengalaman dan beradaptasi terhadap lingkungan.
     Howard Gardner, seorang profesor psikologi dari Hardvard University akan dijadikan acuan untuk lebih memahami tentang upaya yang dilakukan oleh guru dan pendidik dalam membantu memfasilitasi pengembangan potensi individu peserta didik. Secara berturut-turut dalam tulisan ini akan dipaparkan pada hal-hal seperti, pentingnya mengembangkan keterampilan hidup, kajian tentang teori kecerdasan ganda, kriteria keabsahan munculnya  teori kecerdasan, strategi dasar pembelajaran kecerdasan ganda, serta pembelajaran untuk mengembangkan kecerdasan ganda.
B.     Pentingnya Mengembangkan Ketrampilan
Masyarakat Indonesia  sebagian besar masih berada dalam masyarakat pertanian, walaupun sudah ada tanda-tanda hadirnya ekonomi industri. Namun untuk menuju ekonomi informasi nampaknya Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain. Proses pendidikan dan pembelajaran pada masyarakat pertanian masih terpusat pada guru. Sedankan pada masyarakat industri pembelajaran bergeser berpusat pada siswa atau peserta didik dan hasil belajarnyapun banyak ditentukan oleh komunikasi interaksi. Kita membutuhkan perancang-perancang pembelajaran (Instructional designers) yang profesional dan benar-benar terampil dalam merancang pola-pola pembelajaran individual atau pembelajaran “terpribadi” (individualized instructions). Kondisi ini memicu terjadinya masalah-masalah sosial yang disebabkan karena lemahnya social capital, sehingga generasi muda kurang memperoleh bekal ketrampilan untuk hidup. 
C.    Teori Kecerdasan Ganda
Howard Gardner memperkenalkan sekaligus mempromosikan hasil penelitian Project Zero di Amerika yang berkaitan dengan kecerdasan ganda (multiple intelligences). Teorinya menghilangkan anggapan yang ada selama ini tentang kecerdasan manusia. Berdasarkan teori Gardner, David G. Lazear memberikan petunjuk untuk mengubah dan meningkatkan kecerdasan-kecerdasan tersebut lengkap dengan instrumentasinya dalam pembelajaran . Ia mengembangkan proses pembelajaran dikelas yang memanfaatkan dan mengembangkan kecerdasan ganda anak, dengan harapan dapat digunakan anak diluar kelas dalam mengenali dan memahami realitas kehidupan. Pokok-pokok pikiran yang dikemukakan Gardner adalah; 1. Manusia mempunyai kemampuan meningkatkan dan memperkuat kecerdasannya, 2. Kecerdasan selain dapat berubah dapat pula diajarkan kepada orang lain, 3. Kecerdasan  merupakan realitas majemuk yang muncul di bagian-bagian yang berbeda pada sistem otak atau pikiran manusia, 4. Pada tingkat tertentu, kecerdasan ini merupakan satu kesatuan yang utuh. Kecerdasan adalah suatu kemampuan untuk memecahkan masalah atau menghasilkan sesuatu yang dibutuhkan di dalam latar budaya tertentu. 
Gardner (1983) berhasil mengidentifikasi tujuh macam kecerdasan, yang kemudian dikenal sebagai kecerdasan ganda (Multiple Intelligence) atau biasa disingkat dengan MI. Ketujuh jenis kecerdasan tersebut adalah musical/rhythmic intelligence  bodily/ kinesthetic intelligence, logica l/mathematical intelligence, visual/spatial intelligence, verbal/linguistic intelligence, interpersonal intelligence, dan  intrapersonal intelligence (dalam perkembangannya ditambah satu jenis kecerdasan sehingga menjadi delapan, yakni naturalistic intelligence).
1. Kecerdasan musical
Gardner menyebut kecerdasan musical ini dengan istilah musical/ rhythmic intelligence.  Kecerdasan musical (KM) adalah kemampuan untuk menghasilkan dan mengapresiasi musik. Kecerdasan musik merupakan kecerdasan yang paling awal berkembang dalam diri manusia (Grow, 2005).
2. Kecerdasan Kinesthetic
          Jenis kecerdasan ini berkaitan dengan pengendalian gerakan badan. Pengenalian gerakan badan ini terletak di korteks motoris dengan  setiap belahan otak mendominasi atau mengendalikan gerakan badan di sisi yang berlawanan (Gardner, 1983).
3. Kecerdasan logical/mathematical
          Kecerdasan ini ditandai dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan angka-angka dan bilangan, berpikir logis dan ilmiah, adanya konsistensi dalam pemikiran.. Seseorang yang cerdas secara logika-matematika seringkali tertarik dengan pola dan bilangan/angka-angka. Mereka belajar dengan cepat operasi bilangan dan cepat memahami konsep waktu, menjelaskan konsep secara logis, atau menyimpulkan informasi secara matematik. Kecerdasan ini amat penting karena akan membantu mengembangkan keterampilan berpikir dan logika seseorang.
4. Kecerdasan visual/spatial
Kecerdasan ini ditunjukkan oleh kemampuan seseorang untuk melihat secara rinci gambaran visual yang terdapat di sekitarnya. Seorang seniman dapat memiliki kemampuan persepsi yang besar. Bila mereka melihat sebuah lukisan, mereka dapat melihat adanya perbedaan yang tampak di antara goresan-goresan kuas, meskipu orang lain tidak mampu melihatnya.
5. Kecerdasan verbal/linguistik
Orang-orang yang memiliki kecerdasan ini memiliki kemampuan untuk menyusun pikirannya dengan jelas
6. Kecerdasan interpersonal
Kecerdasan ini berkait dengan kemampuan seseorang untuk berinteraksi dengan orang lain. Pada saat berinteraksi dengan orang lain, seseorang harus dapat memperkirakan perasaan, temperamen, suasana hati, maksud dan keinginan teman interaksinya, kemudian memberikan respon yang layak. Orang dengan kecerdasan Interpersonal memiliki kemampuan sedemikian sehingga terlihat amat mudah bergaul, banyak teman dan disenangi oleh orang lain. 7. Kecerdasan intrapersonal
Kecerdasan intrapersonal diperlihatkan dalam bentuk kemampuan dalam membangun persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan kemampuan tersebut dalam membuat rencana dan mengarahkan orang lain
8. Kecerdasan naturalistik
Keahlian mengenali dan mengkategorikan spesies-flora dan fauna di lingkungannya. Para pecinta alam adalah contoh orang tergolong sebagai orang – orang yang memiliki kecerdasan ini.
D.    Kriteria Keabsahan Munculnya Teori Kecerdasan
 1)  Memiliki dasar biologis : Kecendrungan untuk mengetahui dan memecahkan masalah merupakan sifat dasar biologis/fisiologis manusia. 2)      Bersifat universal bagi spesies manusia : Kecerdasan berakar pada keberadaan spesies manusia itu sendiri. 3)      Nilai budaya suatu ketrampilan :Cara untuk memahami sesuatu didukung oleh budaya manusia dan merupakan hal yang harus diteruskan kepada generasi penerus. 4)      Memiliki basis neurologi : Setiap kecerdasan memiliki bagian tertentu pada otak sebagai pusat kerjanya, dan yang dapat diaktifkan atau dipicu oleh informasi eksternal maupun internal. 5)      Dapat dinyatakan dalam bentuk simbol : Setiap kecerdasan dapat dinyatakan dalam bentuk simbol atau tanda-tanda tertentu. Adanya simbol-simbol tersebut merupakan unci bahwa kecerdasan dapat dialihkan atau diajarkan. 
            E.  Strategi Dasar Pembelajaran Kecerdasan Ganda
      Ada beberapa strategi dasar dalam kegiaan pembelajaran untuk mengembangkan kecerdasan ganda, yaitu : 1)      Awakening intelligence (activating the senses an turning on the brain). 2)      Amplifying intelligence (exercise & strengthening awakened capacities). 3)      Teching for/with intelligence (structuring lessons for multiple intelligences). 4)      Transferring intelligences (multiple ways of knowing beyond the classroom).
strategi dasar pembelajarannya dimulai (1) membangunkan/memicu kecerdasan, (2) memperkuat kecerdasan (3) mengajarkan dengan/untuk kecerdasan dan  (4) mentransfer kecerdasan. sedangkan kegiatan-kegiatannya dapat dilakukan dengan cara meyediakan hari-hari karir, studi tour, biografi, pembelajaran terprogram, eksperimen, majalah dinding, papan display, buku-buku untuk mengembangkan kecerdasan ganda, membuat tabel perkembangan kecerdasan ganda, atau human intellingence hunt. Upaya memberdayakan siswa sendiri berupa self monitoring dan konseling atau tutor sebaya  akan sangat efektif untuk mengembangkan kecerdasan ganda. Upaya-upaya di atas jika dilakukan akan menjadikan siswa mampu membuat penilaian dan keputusan sendiri secara tepat, mandiri tidak bergantung pada orang lain, bertanggungjawab, percaya diri, kreatif, mampu berkolaborasi, dan dapat membedakan mana yang baik dan tidak baik. Kemampuan-kemampuan ini sangat dibutuhkan oleh manusia-manusia yang hidup di era ekonomi informasi abad global. Dari sudut pandang teori humanistik, dasar-dasar teori kecerdasan ganda memang sangat humanis. Psikologi humanistik selalu memberi tekanan pada positive regards, acceptance, awareness, self-worth yang kesemuanya itu bermuara pada aktualisasi diri yang optimal. Psikologi humanitis menekankan pada personal growth, sesuai dengan arah dari teori kecerdasan ganda. Persoalannya adalah bagaimana menciptakan kondisi kelas bagi tumbuh kembangnya kecerdasan ganda pada diri para siswa, mengingat banyak orang mempersepsi bahwa kelas yang baik adalah kelas yang diam, teratur, tertib, dan taat pada guru. Kelas yang ramai selalu diterima sebagai kelas yang negatif, tidak teraturan, walaupun mungkin ramainya kelas tersebut disebabkan karena siswa berdebat, berdiskusi, bereksplorasi, atau kegiatan-kegiatan positif lainnya. Guru-guru yang ada pun seringkali lebih suka pada kelas yang tertib, teratur, siswa-siswanya patuh dan tidak kritis. Pendidikan dan pembelajaran yang berdasarkan pada kecerdasan ganda mebuka kesempatan pada para siswanya untuk kritis dan tidak mungkin patuh karena siswa menemukan kebenaran-kebenaran lain dari kebenaran lain dari kebenaran yang dipegang oleh gurunya. Amstrong dalam bukunya "Multiple intilegences in the class room" memberikan alternatif-alternatif atau cara untuk mementau perkembangan kecerdasan siswa dikelas dikelas. Misalnya, apa yang dikerjakan siswa ketika mereka mempunyai waktu luang ?, pembuatan catatan-catatan kecil yang praktis, cheklist tentang kecerdasan ganda, dokumen-dokumen, peringkat nilai, dan sebagainya. masalahnya, sejauh mana para guru siap melakukannya ? bagaimana komitmen guru dan pengelola pendidikan lainnya dalam rangka mengembangkan sumber daya manusia Indonesia melalui para siswa disekolah semua jawaban terpulang pada mereka yang terlibat dalam proses pendidikan dan pembelajaran
  F. Mengembangkan Kecerdasan Ganda dalam Kegiatan Pembelajaran
          Kecerdasan ganda sebenarnya merupakan teori yang bersifat filosofi. Pendidikan/pembelajaran ditinjau dari sudut pandang kecerdasan ganda lebih mengarah kepada hakekat dari pendidikan itu sendiri, yaitu yang secara langsung berhubungan dengan eksistensi, kebenaran, dan pengetahuan. Gardner menyadari bahwa banyak orang telah terbiasa mengatakan atau mendengarkan ungkapan seperti “ia tidak begitu cerdas, tetapi ia memiliki bakat musik yang sangat hebat”. Sebagaimana orang-orang mengatakan bahwa sesuatu adalah bakat, oleh Gardner bakat-bakat atau kategori-kategori tersebut dikatakan sebagai kecerdasan. Hal-hal penting yang perlu diperhatikan dalam teori kecerdasan ganda, yaitu : 1. Setiap orang memiliki semua kecerdasan-kecerdasan itu, 2. Banyak orang dapat mengembangkan masing-masing kecerdasannya sampai ketingkat yang optimal, 3. Kecerdasan biasanya bekerja bersama-sama dengan cara yang unik, dan 4. Ada banyak cara untuk menjadi cerdas.
Kegiatan-kegiatan yang dapat digunakan untuk  mengembangkan kecerdasan ganda antara lain, dengan meyediakan hari-hari karir, studi tour, biografi, pembelajaran terprogram, eksperimen, majalah dinding, papan display, buku-buku untuk mengembangkan kecerdasan ganda, membuat tabel perkembangan kecerdasan ganda, atau human intellingence hunt. Pendidikan/pembelajaran kecerdasan ganda berorientasi pada pengembangan potensi anak bukan berorientasi pada idealisme guru atau orang tua apalagi ideologi politik. Ketrampilan-ketrampilan ini sangat dibutuhkan oleh manusia-manusia yang hidup di era ekonomi informasi abad global. Strategi dasar mengembangkan kecerdasan ganda meliputi membangunkan/memicu kecerdasan, memperkuat kecerdasan, mengajarkan dengan/untuk kecerdasan, dan mentransfer kecerdasan.
Karakteristik komponen-komponen pembelajaran, yaitu : 1. Tujuan pembelajaran, 2. Strategi, dan 3. Evaluasi. Tujuan pembelajaran adalah komponen yang sangat penting dalam sistem pembelajaran. Sesuai dengan standar isi, kurikulum yang berlaku untuk setiap satuan pendidikan adalah kurikulum berbasis kompetensi. Dalam kurikulum yang demikian, tujuan yang diharapkan dapat dicapai adalah sejumlah kompetensi yang tergambar baik dalam kompetensi dasar maupun  dalam standar kompetensi. Kompetensi yang dipahami sebagai kemampuan. Kemampuan menurut W. Gulo bisa kemampuan yang tampak dan kemampuan yang tidak tampak. Penampilan itu tampak dalam bentuk tingkahlaku yang dapat didemonstrasikan, sehingga dapat diamati, dapat  dilihat, dan dapat dirasakan. Sedangkan kemapuan yang tidak tampak disebut juga kompetensi rasional, yang dikenal dalam taksonomi Bloom sebagai kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotorik. Kedua kompetensi itu sangat terkait. Kemampuan penampilan akan berkembang manakala kemampuan rasional meningkat. Strategi atau metode adalah komponen yang juga mempunyai fungsi sangat menentukan. Keberhasilan pencapaian tujuan sangat ditentukan oleh komponen ini. Bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa dapat diimplikasikan melalui strategi yang tepat, maka kmponen-komponen  tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu, guru harus memahami secara baik peran dan fungsi metode dan strategi dalam pelaksanaan proses pembelajaran. Evaluasi merupakan tahapan penting dalam suatu kegiatan pembelajaran.  Evaluasi pembelajaran merupakan suatu kegiatan yang dilakukan guna memberi  berbagai informasi secara berkesinambungan dan menyeluruh mengenai proses dan hasil belajar yang telah dicapai siswa. Guna adanya evaluasi dalam pembelajaran yaitu memberi umpan balik kepada guru dan murid dengan tujuan memperbaiki cara mengajar, mengadakan perbaikan dan pengayaan bagi siswa, serta menempatkan siswa pada situasi belajar-mengajar yang lebih tepat sesuai dengan tingkat kemampuan yang dimilikinya. Memberikan informasi kepada siswa tingkat keberhasilannya dalam pembelajaran. Menentukan nilai hasil belajar siswa yang antara lain dibutuhkan untuk pemberian laporan kepada orang tua, penentuan kenaikan kelas, dan penentuan kelulusan siswa. Rancangan pembelajaran dengan topik “pidato”, kegiatan pembelajaran peserta didik diwajibkan membuat sebuah wacana pidato dan membacakan didepan kelas dengan menggunakan  dua bahasa, dengan memperhatikan tekanan dan intonasi yang sesuai dengan isi pidato, pendengar memberikan perbaikan dengan memberikan kritik dan saran. Tujuan yang harus dicapai peserta didik diharapkan mampu untuk : 1. Memahami, 2. Membaca,  dan 3. Menulis sebuah pidato. Sumber tenaga pengajar menjelaskan pidato, dengan menggunakan sumber buku teks, alat bantu berupa radio tape dan televisi (jika memang dibutuhkan), dan internet. Penilaian dilakukan dengan cara melakukan praktek,  dan tugas individu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar